Liburan Asian Games







Hai, namaku Rafi Renardi Hariyo yang biasa dipanggil Rafi. Aku sekolah di SMP Labschool Jakarta yang terletak di Rawamangun, Jakarta. Di sekitar sekolahku terdapat venue ASIAN GAMES yang bernama Jakarta International Velodrome, oleh karena itu sekolahku diliburkan dari tanggal 18 Agustus sampai tanggal 3 September. Kata pemerintah, sekolah yang berjarak 1 km dari venue ASIAN GAMES diliburkan.

Nah! Selama liburan ini, semua murid SMP Labschool diberi tugas elektronik atau yang biasa disebut e-learning. Aku melaksanakan tugas tersebut dari hari Senin sampai dengan hari Jumat yang dimulai dari jam 7 pagi sampai dengan jam 3 sore.

Di hari pertama libur sekolah ASIAN GAMES, aku mencari tiket untuk menonton pertandingan ASIAN GAMES. Awalnya aku ingin menonton Badminton di GBK, tapi karena banyak orang yang memesan tiket tersebut, alhasil aku tidak mendapat tiket Badmintonnya. Akhirnya aku dan teman-temanku memutuskan untuk menonton Baseball.
Beberapa hari kemudian datanglah hari Idul Adha. Aku sholat di Masjid Raya Pulo Asem yang terletak di dekat rumahku. Biasanya, keluargaku selalu berkumpul di rumahku untuk merayakan Idul Adha, karena di rumahku ini terdapat eyangku yang merupakan ibu dari papaku dan eyang dari aku.
Empat hari kemudian waktunya aku menonton pertandingan Baseball yang dimulai pukul 12.00. Aku berangkat dari rumah jam 10.30 untuk menghindari antrian yang panjang. Sesampainya disana, aku langsung telepon temanku agar segera datang. Waktu menunjukkan pukul 11.30 mereka baru datang.
Tak lama kemudian, hal terburuk pun terjadi, ketika aku hendak menukar tiketnya di loket, pihak panitia bilang kalau pertandingan sudah mulai dari jam 9. Mamaku tidak tinggal diam saja, ia bersama temannya langsung tatap muka ke panitia untuk complain dengan adanya keadaan ini. Alhasil mereka hanya minta maaf dan tidak mau refund.
Aku pun kecewa dengan kejadian ini, sudah membayar tapi tidak dapat apa-apa. Aku juga tidak tinggal diam, aku tawarkan temanku untuk menonton balap sepeda pada tanggal 31 Agustus pukul 9.30 di Velodrome. Dan semua temanku sepakat untuk nonton pertandingan tersebut. Aku pun segera membeli tiketnya agar tidak kehabisan pada saat membeli.
Pada hari Jumat, 31 Agustus aku sudah sampai di tempat pertandingannya sekitar jam 7.00. Aku datang venue-nya memang agak pagian, karena aku takut dengan kejadian kemarin.

Tak lama kemudian aku membuka smartphone-ku dan tiba-tiba temanku line aku,
“Rafi, gue tidak ikut ya, soalnya gue lagi sakit.” Ujar temanku, “Nanti di sekolah gue bayar, deh!”
“Iya, iya” balasku.

Alhasil aku pun hanya bertiga menonton pertandingan tersebut,
            Beberapa jam kemudian, temanku datang yang dimana bertepatan dengan jam mulainya pertandingan. Aku menaiki tangga untuk menuju ke tempat duduk, ternyata sebelum kita kedalam arenanya, kita harus melewati tahap security check, dimana kita tidak boleh membawa botol minum, senjata api, dan lain sebagainya.
            Setelah masuk ke dalam, ternyata BAGUS BANGET. Aku sampai tidak menyangka kalau venue-nya bisa sebagus ini.
            Beberapa jam kemudian, aku harus melaksanakan sholat Jumat sampai jam 1 siang sedangkan teman-temanku ada yang LIA dan ada yang ingin pulang. Pada pukul 13.00, pertandingan pun dimulai dan aku menontonnya sampai akhir.
            Setelah pertandingannya selesai, Indonesia tidak dapat medali emas, perak, maupun perunggu. Nah! Setelah ini, aku bingung mau kemana, antara pulang apa nonton lagi.

“Mah, habis ini kita kemana?” ujarku
“Ke GBK sayang,” balas mama
“Mau ngapain?” ujarku
“Jalan-jalan aja” ujar mamaku lagi.
           
 Yap! Sebelum ke GBK, aku ingin berganti pakaian terlebih dahulu. Setelah itu, aku langsung pergi ke GBK menaiki TransJakarta yang menempuh waktu tidak lebih dari 30 menit.

            Sesampainya di GBK, aku disambut oleh stadion GBK yang begitu indah, seperti berada di luar negeri. Disana aku hanya makan, jalan-jalan, dan membeli souvenir. Jadi aku tidak nonton pertandingan apapun.
            Aku berada di GBK sekitar 4 jam-an yang berarti sampai malam.

“Mah, habis ini kita pulang kan?” ujarku kepada mama.
“Iya dik, kan ini sudah malam.” Balas mama
“Memangnya ini sudah jam berapa?”
“Jam 8.30 dik,” ujar mamaku.
“Kita ke rumah naik apa? Taksi? Angkot? Apa TransJakarta?”
“Kayaknya sih taksi dik, soalnya TransJakartanya pun macet”
“Oke, aku order yak” ujarku
“Iya dik”

Beberapa menit kemudian,

“Mah, tidak dapat-dapat nih taksinya! Gimana dongg!?” kagetku
“HAH!? MASA?” balas mama “Yaudah deh, naik TransJakarta saja.”
Aku dan mamaku pun menaiki TransJakarta yang ternyata macet banget tidak berjalan, sampai sekitar 1 jam-an aku stuck di bis ini.
Dan akhirnya aku dan mamaku pun memutuskan untuk keluar dari bis dan mencari taksi yang akhirnya dapat juga.
Aku sampai rumah selamat Sentosa yang pada akhirnya juga kecapean karena aku sampai rumah baru jam 11-an.
Keesokan harinya, aku mulai meng-edit video dokumentasi yang aku dan teman-temanku buat pada saat di Velodrome tadi.
Sekian cerita liburan ASIAN GAMES aku, semoga kalian suka. Dan mohon maaf jika ada salah kata.

WASSALAMUALAIKUM WR. WB

Komentar

  1. ini cerita libur asian gamesnya unik banget, udh kayak cerpen hahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh Musik Klasik Terhadap Intelegensi