Pengaruh Musik Klasik Terhadap Intelegensi
BAB 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Musik Klasik adalah musik yang diproduksi dalam seni dan tradisi liturgi barat dan sekuler berasal dari abad ke-18 akhir yang kemudian dikenal sebagai periode klasik, dimana pembuatan musik klasik memakai bentuk, sifat, dan gaya musik yang berasal dari masa lampau.
Saat ini banyak masyarakat yang memilih musik sebagai penenang dirinya, seperti lantunan musik instrumentdan lagu-laguklasik.Penulis sendiri juga menyadari pentingnya musik klasik maupun musik lainnya sebagai penenang, baik terhadap anak berusia dini sampai remaja.
Kalau kita sehabis pulang sekolah atau pulang kantor lalu mendengarkan musikklasikbeban dari sekolah ataupun dari kantor hilang, karena musik klasikakan membuat hilang stress dan penat kita. Selain musik klasikada juga tipe-tipe lagu yang bisa menjadi penenang dirinya yang disesuaikan oleh selera masing-masing.
1.2 Perumusan Masalah
Dalam karya tulis ini penulis akan menjawab dan menjelaskan berbagai pernyataan yaitu:
1. Apa itu pengertian musikklasik?
2. Bagaimana musik klasik mempengaruhi intelegensi?
3. Lagu apa saja yang dapat mempengaruhi intelegensi?
4. Mozart dan karya musiknya
5. Beethoven dan karya musiknya
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan pembuatan karya tulis yang berjudul “Pengaruh Musik Klasik Terhadap Intelegensi”.
1. Untuk mengetahui pengaruhmusik klasik terhadap intelegensi
2. Untuk mengetahui sejauh mana musik klasik dapat meningkatkan intelegensia
3. Sebagai profil lulusan SMP Labschool Jakarta.
4. Menambah wawasan tentang musik klasik
1.4 Pembatasan Masalah
Dalam karya tulis ini penulis akan membatasi masalah yang akan dibahas, yaitu mengenai musik klasik terhadap intelegensiadan lagu-lagu yang mempengaruhi intelegensi beserta kisah dibalik tokoh yang membuat lagu tersebut.
1.5 Teknik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustakadan mengambil data dari internet.
PEMBAHASAN MASALAH
2.1Apa itu Pengertian Musik Klasik
Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengarah pada musik yang dibuat atau berakar dari kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.
Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk yaitu musik Non-Eropa dan terutama sistem notasi musiknya dimana sudah digunakan sejak abad ke-16. Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, ritme, dan pembawan karya musik. Hal ini membatasi praktik-praktik seperti improvisasi dan ornamensasi yang sering di dengar oleh musik Eropa maupun musik populer.
Abad ke-2 dan ke-3 sebelum masehi, Tiongkok dan Mesir terdapat musik yang punya bentuk dan khas tertentu. Lalu berkembanglah Musik Hibrani yang kemudian berkembang menjadi musik Gereja dikarenakan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon.
Setelah itu, Musik ini disenangi masyarakat, karena pemain-pemain musik menyanyikan dan mengembara lagu tersebut di Gereja, tidak lama kemudian musik ini tersebar dan berkembang ke seluruh Eropa. Lalu timbulah musik Orgel oleh komponis besar dari Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Abad ke-19, perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing karena rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Menurut Aristoteles, musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah dan mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkanjiwa patriotisme. Saat abad ke-20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionitis diganti menjadi musik Ekspresionitis.
2.2Musik Klasik Mempengaruhi Intelegensi
Menurut David Wechsler, “Intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa intelegensi adalah kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional.”Bisa disimpulkan bahwa Intelegensi adalah kemampuan seseorang dalam mengatur pengekspresian emosinya, jenis ini disebut EQ (Emotional Quotient).
Intelegensi seseorang pasti berbeda-beda, karena ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Faktor-faktor Intelegensi sebagai berikut:
A. Faktor Bawaan
Faktor ini ditentukan sejak bagaimana kita lahir. Batas kesanggupan seseorang dalam memecahkan masalah yang ditentukan oleh faktor bawaan. Oleh karena itu, ketika berada di kelas terdapat anak yang pintar, agak pintar, dan bodoh meskipun mereka diajari atau mendapat ilmu dari guru yang sama.
B. Faktor Minat dan Pembawaan yang Khas
Pada dalam diri manusia, terdapat dorongan yang mendorong manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh manusia dapat memberikan dukungan untuk berbuat baik lagi.
Pada faktor pembentukan ini, dapat dibedakan antara pembentukan yang perencanaan dan pembentukan yang tidak direncanakan seperti yang dilakukan di sekolah. Faktor pembentukan ini dapat mempengaruhi perkembangan intelegensia.
D. Faktor Kematangan
Faktor kematangan ini, jika yang bersangkutan telah tumbuh dan berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. Hal ini dapat di buktikan ketika seorang remaja mampu menyelesaikan tugas IPA yang sangat sukar bagi mereka.
E. Faktor Kebebasan
Hal ini bisa dibuktikan ketika seorang remaja bisa bebas mengemukakan ide, pikiran, dan gagasan. Selain itu, ia juga bisa bebas memilih masalah yang sesuai dengan kebutuhannya.
Intelegensi dapat mengatur pengekspresian emosinya. Menurut Wikipedia “Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu”. Pengertian diatas jika dijelaskan oleh orang-orang dan para ahli pasti berbeda-beda, baik kalimat maupun makna.
Para ahli terus berdebat mengenai emosi mana yang bisa dianggap sebagai emosi primer dan apakah ada emosi semacam itu? Seorang teoretikus mengelompokkkan emosi-emosi menjadi sebuah golongan-golongan, diantaranya adalah amarah, rasa takut, kesedihan, kenikmatan, terkejut, dan masih banyak lagi.Musik juga sangat berpengaruh terhadap kecerdasan emosional, dikutip dari EV. Andreas Christiandy, “Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmoni mempengaruhi roh”, jika kita mendengarkan musik klasik perasaan kita menjadi lebih santai dan nikmat.
Musik juga berpengaruh terhadap akurasi memori seseorang. Menurut T. Taniguchi, psikolog dari Universitas Tokyo. Saat beliau meneliti, beliau memutar musik sedih dan gembira, serta menunjukkan tulisan berisi kata-kata positif dan negatif, alhasil orang yang ditunjukkan kata-kata positif lebih cepat menangkap dengan musik gembira, lalu orang yang ditunjukkan kata-kata negatif lebih cepat menangkap dengan musik sedih.
Menurut Dr. Widodo Judawarto Sp.A, “Alunan musik klasik karya Wolfgang Amadeus Mozart sangat efektif untuk merangsang otak bayi”. Rangsangan ini sangat penting karena perkembangan otak yang paling pesat adalah saat di dalam rahim sampai dengan bayi berumur 3 tahun. Musik mempengaruhi otak dan keadaan emosi dan suasana hati seseorang. Intelegensia manusia berkaitan erat dengan fungsi-fungsi fisiologis otak.
Setelah meneliti apa itu intelegensi menurut para ahli, penulisakan menyimpulkan semua yang sudah penulisteliti. Saat seorang peneliti bernama EV. Andreas Christiandy mengatakan bahwa, “Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmoni mempengaruhi roh”, lalu diperkuat lagi oleh seorang psikolog dari Tokyo, T. Taniguchi bahwa musik klasik sedih maupun gembira bisa mempengaruhi jiwa dan pemahaman. Selain bisa mempengaruhi jiwa, musik klasik bisa merangsang otak bayi, sehingga melancarkan perkembangan otak pada bayi yang masih di rahim sampai umur 3 tahun, seperti yang dikatakan oleh Dr. Widodo Judawarto Sp.A
2.3 Lagu yang Dapat Mempengaruhi Intelegensi Gambar 2.3.1
Instrumen atau lagu klasik yang dapat mempengaruhi Intelegensi ialah Sonata, No. 14 (Moonlight)karya Beethoven. Instrumen ini sangat populer di zamannya, sampai sekarang pecinta musik klasik pun sangat menyukainya. Jika dimainkan dengan tempo asli, musik ini sangat cepat sehingga sangat tidak cocok bagi pemula. Instrumen ini kalau kita dengarkan bisa mempengaruhi intelegensi karena bisa membuat penat dan lelah hilang seketika.Partitur pada lagu ini bisa dilihat pada Gambar 2.3.1.
Romantik, dan klasik. Selain itu, lagu ini memiliki durasi yang panjang, yaitu 75menit dan berbahasa Jerman. Partitur pada lagu ini bisa dilihat pada Gambar.

Gambar 2.3.5
|

2.4 Beethoven dan Karya Musiknya
Ludwig van Beethoven merupakan musisi dan komponis musik klasik berasal dari Jerman yang lahir pada 17 Desember 1770 di Bonn, Elektorat Cologne. aKarya musik klasik yang paling terkenal ialah simfoni kelima dan simfoni ke sembilan. Ia juga komponis terbesar sekaligus tokoh penting pada masa peralihan antara Musik Klasik dan Musik Romantik.
Saat Beethoven berusia 2-3 tahun, ia menyukai permainan piano kakeknya, selain ia menyukainya, ia juga diajarkan bermusik oleh kakeknya. Namun saat Beethoven berusia 3 tahun, kakeknya meninggal. Namun ajaran yang diajarkan kakeknya tersebut terukir pada lubuk hati Beethoven yang masih balita, yang menjadikan sandaran jiwanya kelak.
Selama hidupnya, Beethoven membuat banyak lagu klasik, salah satunya ialah, Für Elise, Ode To Joy, danSonata No. 14 (Moonlight), dari ketiga lagu tersebut terdapat kisah-kisah dibaliknya.
Lagu Beethoven pertama yang akan saya bahas adalah Für Elise. Lagu ini mempunyai kisah yang cukup sedih, dimana pada waktu itu Beethoven ingin menikah dengan perempuan bernama Therese pada tahun 1810. Namun si Therese ini menikah dengan pria lain sebelum Beethoven mengungkapkan rasa cinta kepadanya. Saat karya tersebut di publikasikan, Ludwig Nohl selakupenemu dari lagu ini salah menyalin judulnya menjadi Für Elise, tak lama kemudian tanda tangan maupun berkas dari penemu lagu ini pun hilang.
Lagu kedua ialah Ode To Joy yang merupakan Simfoni No. 9 dalam tangga nada D Minor. Lagu ini diluncuncurkan pada tahun 1785 di Jerman yang berdurasi 75 menit. Lagu ini merupakan karya yang paling terkenal dan terhebat, digubah ketika ia tuli sepenuhnya pada tahun 1824. Lagu ini dijadikan peranan kebudayaan penting dan juga sebagai lagu kebangsaan Uni Eropa. Selain itu, lagu ini merayakan jatuhnya Tembok Berlin pada 25 Desember 1989. Kata Freude yang artinya kegembiraan diganti menjadi Freiheityang artinya kebebasan dalam versi tersebut. Lagu ini terdiri dari empat gerakan, yaitu Allergo yang berarti cepat. Kedua, terdapat gerakan yang bernama Vivace artinya satu tingkat lebih cepat daripada Allergo. Ketiga, gerakan Adagio yang artinya lambat, terakhir Presto yang artinya cepat sekali.
Lagu yang terakhir ialahSonata, No. 14 (Moonlight) yang disusun pada tahun 1801 dengan tangga nada C Minor. Lagu ini memilki nama lain yaitu, Moonlight Sonata. Lagu ini merupakan sonata Beethoven yang paling terkenal dan komposisi piano yang paling hebat. Pada judul lagu ini, Moonlight diambil dari deskripsi Ludwig Rellstab yang diartikan cahaya bulan. Pada tahun 1782, Rellstab menyukai efek pada movement pertamanya saat matahari terbit di Sungai Lucerne. Pada abad ke-19, nama Sonata secara universal dikenal dengan sebutan itu.
2.5 Mozart dan Karya Musiknya
Wolfgang Amadeus Mozart memiliki nama asli yaitu Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart yang biasa dipanggil Mozart. Mozart merupakan komponis musik klasik Eropa yang lahir di Salzburg, 27 Januari 1756. Karya-karya Mozart sekitar 700 lagu yang sudah termasuk gubahan yang diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan paduan suara. Mozart memiliki tujuh bersaudara, namun kelima saudaranya telah meninggal dan hanya menyisakan ia dan kakaknya saja yang bernama Nannerl. Ayahnya Mozart ini bernama Leopold Mozart dan Anna Maria yang merupakan ibunya, kedua orang tuanya merupakan musikus.
Selama hidupnya, Mozart membuat banyak sekali lagu klasik, salah satunya ialah, Rondo Alla Turca (K. 331 III) danString Serenade No. 13 (Eine Kleine Nacthmusic)dari kedua lagu tersebut terdapat kisah-kisah dibaliknya.
Pada musik Rondo Alla Turca,dirancang pada tahun 1783 dan di publikasikan di Artaria tahun 1784. Lagu ini terdapat ketidakpastian dimana Mozart membuatnya, kemungkinan besar ia membuatnya di Salzburg atau di Vienna. Lagu ini memiliki struktur, yaitu Andante yang berarti tempo pada lagu ini sedang. Setelah itu terdapat tempo Allergretto atau Alla Turca.
Musik selanjutnya yang berjudul String Serenade No. 13 “Eine Kleine Nacthmusic” K. 525, Lagu ini dirancang pada tahun 1787 untuk ansambelnya Mozart. Pada kata “Eine Kleine Nacthmusic” dimana bahasa tersebut merupakan bahasa Jerman,bisa diartikan ke bahasa Indonesia yang artinya “Serenade Kecil”. Meskipun sudah diartikan, tetapi agak kurang akurat jika disebut “musik malam kecil” karena lagu ini ditulis untuk ansambel dua biola serta cello dan bass ganda yang bersifat opsional tetapi paling sering digunakan juga pada pesta orkestra dawai.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Musik Klasik dari penelitian yang sudah tertera, yaitu efek Mozart dan Beethoven. Musik klasik dapat mempengaruhi intelegensia. Mengapa, karena keteraturan melodi yang dilantunkan musik klasik.
Intelegensi setiap manusia berbeda-beda disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor bawaan, faktor minat dan pembawaan, faktor pembentukan, faktor kematangan, dan faktor kebebasan.
Orang yang mendengarkan musik klasik akan memiliki EQ (Emotional Quotient) atau Intelegensi yang lebih tinggi daripada orang yang jarang mendengarkan musik klasik.
3.2 Saran
1. Musik klasik sebaiknya diperdengarkan sejak dalam kandungan ibu. Maka secara otomatis mereka cepat dalam menangkap pelajaran, dan emosi lebih tenang sehingga menciptakan anak yang pintar dan sabar.
2. Musik klasik sebaiknya sudah dipedengarkan sejak dini (pra-sekolah).
3. Musik klasik seharusnya dipelajari pada pelajaran sekolah. Selain menambah wawasan, juga dapat menjadi media terapi bagi siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Ekyd, Pengaruh Musik Klasik Terhadap Psikologis Anak Usia Dini,
diakses pada 20 Februari 2019
https://id.wikipedia.org/wiki/Musik_klasik, diakses pada 21 Februari
Lisa, 2014, Pengertian Intelegensi
diakses pada 15 Maret 2019.
Sayaituadi, 2011, Faktor yang Mempengarhi Intelegensi
diakses pada 15 Maret 2019.
Archagelagilarni, 2015, Pengaruh Musik Terhadap Intelegensi
https://archangelagilarni.wordpress.com/2015/10/19/pengaruh-musik-terhadap-intelegensi-manusia/, diakses pada 16 Maret 2019
J Pohan, Edwin, 2011, Musik Klasik Meningkatkan Kecerdasan?
https://www.kompasiana.com/edwinjpohan/550b4a22a333119d712e3e9a/musik-klasik-meningkatkan-kecerdasandiakses pada 16 Maret 2019
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ludwig_van_Beethovendiakses pada 17 Maret
2019
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ludwig_van_Beethovendiakses pada 18 Maret
2019.
Jing Lien, Chen. 1995. Ludwig Van Beethoven. Jakarta: PT. Elex Media
Komputindo.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ode_to_Joydiakses pada 18 Maret 2019.
diakses pada 17 Maret 2019.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Piano_Sonata_No._11_(Mozart)diakses pada 18
Maret 2019.
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Eine_kleine_Nachtmusikdiakses pada 18 Maret
2019.
Zeldis McDonough, Yona. 2004. Who Was Wolfgang Amadeus Mozart?. Jakarta:
Grasindo.
LAMPIRAN
Gambar 2.3.1,
Gambar 2.3.2,
https://www.music-for-music-teachers.com/ode-to-joy.htmldiakses pada 18 Maret
2019.
Gambar 2.3.3,
https://www.virtualsheetmusic.com/score/EineKleinePf.html diakses pada 18
Maret 2019.
Gambar 2.3.4,
https://cantorion.org/music/4/Für-Elise-Oiginal-versiondiakses pada 18 Maret
2019.
https://musescore.com/user/28240/scores/45554 diakses pada 18 Maret 2019.
Referensi buku yang digunakan
|




Komentar
Posting Komentar