Holiday

30 Desember

 “Hhhuuauaahhh” pagi itu bangun agak kesiangan, biasalah hari libur. “Ya Allah belom sholat Subuh” ujarku. Aku pun langsung mengambil wudhu dan langsung sholat. Dan beruntung tidak ketahuan papaku, soalnya aku belom pernah bangun kesiangan sampai jam 7.30 sih.
“Rafii, makan yuuukk” ujar papaku, lalu aku buru-buru ke meja makan layaknya sudah bangun daritadi tapi masih ‘ngandang’ di kamar. “Iyaa paaa..” balasku. “Rafi, tadi kamu bangun jam berapa, udah sholat Subuh belom?” ujar papa saat sudah di meja makan. Yaa.. dengan perasaan yang ngga karuan aku langsung menjawab “Bangun jam 7.30 pah, hehehe..” balasku. Masih beruntung papaku ngga gampang marah, karena papaku kan baik, hehe.
Jam 14.15 aku berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta untuk segera berangkat ke Jogja. Lalu pesawat pun terbang pada pukul 16.30, perasaanku pada waktu itu senang sekali bisa ke Jogja bersama keluarga. Aku pun sampai di Bandara di Jogja tepat pukul 18.00, lalu aku mencari tempat makan di dekart Airport yang katanya enak banget yaitu “Gudeg Yu Djum”, rasanya sih juara banget yaa..
Jam 8, aku langsung menuju villa yang namanya ‘Villa Omah Pakem’ .Akhirnya sampai juga di Villanya. Disini Villanya  private, udaranya bersih dan segar. Sesampainya di kamar, aku langsung di suruh tidur, karena besok aku akan Lava Tour.

31 Desember

            Jam 3.30, aku harus sudah bangun dan langsung ganti baju, dan tidak mandi, alasan pertama yaitu, karena airnya sangat dingin yang membuatku bisa masuk angin, alasan kedua karena aku males. Jam 4.30, aku harus berangkat dari Villa tersebut naik Jeep, bisa dibilang Jeep tersebut ‘Suara melebihi kecepatan’. Jadi, kecepatan masih 40 km/h tapi suaranya seperti kecepatan 70 km/h. 
          Sesampainya di puncak gunung, aku pun langsung berfoto-foto, selfie, foto siluet, dan foto dengan latar belakang gunung merapi. POKOKNYA BYUTIPUL. Setelah sudah agak siang sekitar jam 7.00, aku pun pergi dari tempat tersebut, lalu menuju ke destinasi berikutnya. Disana terdapat rumah yang sudah terkena asap dan abu gunung merapi, rumahnyan itu terkena panas dengan suhu 100 derajat Celcius. Kondisi dalam rumahnya itu semua sudah meleleh, seperti dispenser, TV, Radio, dan lain-lain. Tapi ajaibnya, kitab suci Al-Qur’an tidak terbakar sama sekali, kertas di dalamnya masih berwarna putih eperti Al-Qur’an yang masih baru. Subahannallah.
          Setelah berkeliling, aku kembali ke Villa dan bersiap-siap untuk Check-Out sekitar jam 12.00.
          Setelah aku mandi, sarapan pagi aku langsung berangkat ke tengah kota Jogja dan mengunjungi museum ‘Ullen Sentalu’. Sayangnya di sana aku tidak dapat berfoto-foto, karena museumnya itu dapat ditiru, jadi si ‘Ullen Sentalu’ tidak ingin karyanya ditiru.
          Setelah itu, aku langsung menuju Hotel New Saphir yang lumayan besar untuk beristirahat. Tapi saying, papaku tidak membolehkan aku untuk menyaksikian Old and New yang padahal sangat seru.
1 Januari
        Jam 7.30 aku bangun dan sholat Subuh, lalu sarapan dan mandi yang memakan waktu sebanyak 30 menit. Setelah semuanya sudah siap jam 8. Aku langsung berangkat ke Candi Prambanan, disana cuaca yang sangaat panas, yang membuatku ‘gosong’. Juga disana aku juga selfie dan berfoto-foto suasana disana. Hari ini agendaku hanya disini saja.
                BERSAMBUNG…

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengaruh Musik Klasik Terhadap Intelegensi